Terapi ABA vs Okupasi Terapi

Metode konvensional untuk menangani autisme adalah terapi okupasi dan terapi wicara. Metode tersebut jarang berhasil karena mereka tidak menangani masalah dasar dari deficit bahasa dan perilaku pada anak autisme.

Walaupun ABA lebih sesuai dan dinamis untuk anak autis, banyak professional medis dan orang tua yang belum mengetahui keuntungan ABA bagi kemajuan anak mereka.

[Note: Kami telah menyediakan analisis rinci dan perbandingan antara ABA dan terapi wicara pada halaman lain.]

 

Beberapa orang tua berpikir bahwa Terapi Okupas dapat menguntungkan anak autis karena OT mengajari kemampuan mengurus diri atau self-help skills yang membantu mereka menjadi lebih mandiri. Anak akan dilatih hal hal dasar untuk mengurus diri seperti berpakaian, makan, menggunakan kamar mandi atau hal hal yang dikenal dengan Aktivitas Sehari Hari.

Terapis Okupasi melakukan ini dengan mengamati dan mengevaluasi sang anak, lalu merekomendasikan latihan yang paling sesuai dengan anak.

Contohnya, anak dengan kesulitan menulis akan belajar geraka gerakan tangan yang diperlukan untuk memegang pensil di posisi yang benar agar nantinya dapat menulis.

Meskipun begitu, niat Okupasi Terapi ini membatasi potensi anak sesungguhnya, dan tidak berpengaruh atau sedikit sekali berpengaruh pada kemajuan anak.

 

Mempelajari cara yang benar untuk memegang pensil dan dapat menulis bukan merupakan prioritas utama bagi anak autis, yang butuh belajar bicara dan mengkomunikasikan apa yang ia butuh atau inginkan.

Sedangkan OT membantu dalam meningkatkan dan mempelajari kemampuan motoric halus dan kasar yang dibutuhkan dalam kemampuan mengurus diri, deficit tersebut bukan inti masalah dari autisme.

Autisme adalah disabilitas dalam perkembangan, dan anak dengan Autism Spectrum Disorder atau ASD memiliki masalah bersosialisasi, komunikasi dan bahasa.

Dengan demikian, latihan berbicara, bahasa dan perilaku seharusnya menjadi fokus utama dari segala bentuk terapi sehingga anak dapat mendapatkan keuntungan langsung dandapat membantu meningkatkan kondisinya.

 

Mengajari ketrampilan bagi anak dengan keterlambatan perkembangan, yang palin penting adalah anak dapat memahami dan menggunakan bahasa untuk berkomunikasi sementara tugas untuk memegang pensil, memang dibutuhkan tetapi bukan termasuk prioritas.

Belajar untuk mengkomunikasikan kebuthan dan keinginan serta bagaimana berinteraksi dengan orang lain dengan cara yang baik dapat langsung menguntungkan bagi anak.

Inilah poin utama dari ABA, khusunya dengan penggunaan Verbal Bevahiour (ABA-VB).

ABA adalah satu satunya pendekatan yang tervalidiasi secara ilmiah dan terbukti sesuai untuk autisme dan keterlambatan perkembangan yang lin. Intervensi dini dan intesif menggunakan ABA menjadi intervensi yang paling efektif bagi anak dengan autisme.

 

ABA secara khusus menargetkan area deficit bicara, bahasa dan perilaku dengan mengajari anak:

  • Intervensi perilaku untuk mengurangi masalah perilaku dan meningkatkan perilaku fungsional
  • Intevensi joint attention untuk mengajari anak untuk mulai merespon keadaan sekitar
  • Pemberian contoh dari orang dewasa maupun teman sebaya untuk menunjukkan perilaku yang baik untuk ditiru
  • Latihan self-management agar anak dapat mengatur perilakunya dengan merekam dan mengontrol perilakunya sendiri
  • Strategi mengajar di lingkungan natural untuk membantu anak mempelajari ketrampilan fungsional yang sering ia butuhkan
  • Intervensi story-based untuk membantu anak mempelajari perilaku yang sesuai di beragam situasi

ABA VB menekankan pada perkembangan bahasa, dengan menunjukkan anak nilai dari berkomunikasi menggunakan kata-kata. Anak belajar:

  • Meminta: meminta barang atau aktivitas yang diinginkan
  • Bahasa reseptif: mengikuti instruksi
  • Intraverbal: merespon perkataan orang lain secara verbal
  • Tact: mendeskripsikan, menamai atau melabel benda
  • Echo: mengulangi perkataan orang lain

 

Semua ketrampilan bergarga ini membentuk pondasi yang memungkinkan anak untuk belajar.

Hal ini jauh lebih berharga dan befungsi daripada hanya mempelajari ketrampilan mengurus diri yang dipelajari dari OT.

Oleh karena itu, lebih bijak ketika orang tua fokus dengan ABA sebagai terapi utama bagi anak mereka yang memiliki autisme dan OT memberikan tambahan pelajaran untuk mengurus diri yang digunakan dalam kehidupan sehari hari.

 

Terapi Okupas tidak akan cukup untuk meningkatkan kemampuan anak untuk bangkit dari keterlamabtan perkembangan mereka karena mengembangkan bahasa mereka adalah kunci dari mengatasi keterlambatan mereka dan OT tidak menargetkan perkembangan bahasa mereka. Oleh karena itu, sebagai terapi yang berdiri sendiri, OT tidaklah cukup.

Kami percaya bahwa tujuan dari terapi ini adalah untuk membantu anak dengan autisme agar hidup lebih mandiri saat mereka lebih dewasa. Fokus dari terapi bukanlah agar anak dapat menulis dengan sempurna, bersantai ataupun hanya belajar aktivitas sahri hari. Melainkan, anak harus belajar bicara, dan termotivasi untuk berteman, menggunakan hal yang ia suka untuk ketrampilan yang berguna dan mengembangkan talenta ia untuk masa depannya. Itulah tujuan dari ABA-VB, untuk memberikan kesempatan yang lebih baik.