Biarkan Bakat Memimpin Ketika Mengajar Anak Dengan autisme

Prestasi dan keterampilan akademik tampaknya sangat ditekankan ketika mendidik anak-anak dengan autisme ("Center di Clementi untuk orang dewasa dengan autisme"; 8 Jan).

Mungkin tujuannya adalah untuk mengurangi beban pengasuh: Saat anak-anak sibuk dengan studi akademis, mereka tidak mendapat kesulitan. Mereka juga belajar keterampilan dasar untuk mengurus diri sendiri ketika nantinya pengasuh mereka pergi.

Tapi strategi defensif jangka pendek ini akan membatasi potensi mereka; cerita orang dewasa dengan autisme yang telah lulus dengan predikat yang tinggi di kelas mereka hanya untuk tetap menganggur haruslah menjadi pembuka mata bagi kita semua.

Orang tua harus mempertimbangkan kebutuhan kerja di masa depan anak-anak mereka, dan membimbing mereka untuk belajar keterampilan yang sesuai dengan minat dan kemampuan mereka sedini mungkin.

Tujuannya bukan hany untuk mendapatkan kualifikasi kertas, tetapi untuk menciptakan kehidupan independen dengan pekerjaan dengan gaji yang bagus ataupun bisnis yang menguntungkan.

Bukan kualifikasi kertas tinggi, tetapi keterampilan-keterampilan praktis didorong oleh bakat orang-orang ini, yang menjadi jawaban terbaik untuk kesejahteraan jangka panjang mereka.

Bagaimana pun juga, ketika mereka mendapatkan gaji yang baik, mereka dapat menyewa seseorang untuk melakukan semua pekerjaan rumah tangga untuk mereka.

Dino Trakakis
Founder
Autism Recovery Network (Singapore)

Artikel asli dapat dibaca disini.

Comments are closed.