Orangtua Bukanlah Penyebab Autisme, Tapi Mereka Bisa Membuat Perbedaan

Karena kondisi ini pertama kali dikenal pada tahun 1940-an, orang tua telah merasa disalahkan untuk autisme anak-anak mereka. Saat ini, kebanyakan orang tidak lagi percaya dengan stigma ini, tapi keraguan masih tertinggal di beberapa benak orangtua.

Autisme pertama kali diidentifikasi di era psikoanalisis, ketika profesional meninjau hubungan untuk menjelaskan disabilitas dan penyakit mental. Autisme di masa kana-kanak dianggap masalah emosional dan relasional.

Orang tua disalahkan untuk autisme anak-anak mereka karena dalam psikoanalis, orangtua yang bersikap dingin dan tidak dekat dengan anak-anak mereka menjadi penyebab penarikan ekstrim mereka dari dunia sosial. Beberapa orang tua ditafsirkan bersikap menuntut dan tidak dekat saat berinteraksi dengan anak-anak mereka, bukannya mendukung dan hangat saat berinteraksi.

Tetapi cara pandang psikoanalitik secara bertahap telah digantikan dengan pendekatan biomedis untuk memahami autisme.

Baca lebih lanjut di

http://www.theepochtimes.com/n3/1106531-parents-dont-cause-autism-but-they-can-make-a-difference/

Comments are closed.